PERKEMBANAN EKONOMI SYARIAH DI INDONESIA

M.syahrir Ramadhan PS VI B

Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia ini ditandai oleh perkembangan perbankan syari’ah. Karena perbankan syariah merupakan salah satu barometer perekonomian syariah di Indonesia, perbankan syariah di Indonesia harus banyak belajar dari bank-bank syari’ah Timur Tengah, agar kiprahnya di Indonesia sebagai bank syari’ah bank yang memakai konsep Islami tidak menghilangi prinsip Syara di dalamnya, bukan hanya banyak jumlah saja tetapi lebih banyak mutu serta manfaat yang dapat di rasakan masyarakat.
Yang diminta Indonesia dari perbankan syari’ah yang berada di Indonesia bukan berlomba-lomba memperbanyak perluasan pasar bank syari’ah tetapi lebih kepada mutu atau nilai yang terkandung dalam bank syari’ah Indonesia. Agar efisiensinya dapar bertahan dan bukan hanya bertahan tetapi meningkat kepada yang lebih baik agar pangsa pasarnya bisa terus berkembang dan semakin luas.
Karna bank syari’ah ditakutkan akan seperti bank-bank konfensional lain pada umumnya, Hanya jumlahnya saja yang banyak tetapi pengelolaanya tidak solid pada sisitem yang di terapkannya.
Sebagai bagian dari Negara ataupun Pemarinthan Bapak wakil prresiden Jusuf Kalla dalam membuka Munas IV (Asbisindo) sangat menekankan kepada bank syari’ah karna belakangan ini bank syari’ah terlihat tidak lagi efisiensi dalam menjalankan bisnisnya di bidang perbankan, memang yang terasa saat ini bank syariah di Indonesia hanya terlihat dari jumlahnya saja belum terlihat tingkat efisiensinya dalam menjalankan perputaran roda perbankan.
Sehingga yang ditakutkan oleh masyarakat ialah Bagaikan Kacang Yang Lupa Akan Kulitnya, yang menjadikan tanpa beda antara bank syari’ah dengan bank konfensional pada umumnya. Hilangnya prinsip Mudharabah, Murabahah Serta prinsip-prinsip Islami yang harusnya terkandung dalam suatu bank syari’ah. Karna yang dilihat belakangan ini bank syari’ah masih mengenakan biaya yang lebih tinggi kepada nasabahnya dibandingkan bank konfensional. Karna di bank-bank luar negri seperti di Malaysia mereka menggunakan 6 (enam) persen dan di Jepang sebesar 2 (dua) persen, sehingga akan timbul pertanyaan mana yang lebih syari’ah Bank Of Tokyo yang bunga nya hanya dua persen atau bank syariah kita yang biaya administrasinya mencapai 15 (lima belas) persen.
Kenapa bank syari’ah Indonesia perlu menjalin mitra dengan bank-bank syari’ah besar di Negara Timur Tengah, karna agar bertambahnya wawasan dan sebagai pengukur gerak perkembangan bank syari’ah di Indonesia, agar tidak Seperti Katak Dalam Tempurung.
Karena seperti yang kita ketahui menjalankan perbankan syari’ah dibutuhkannya kejujuran yang sangat tinggi baik di pihak bank maupun di pihak nasabah, Sekarang kita telah mengetahui perkembangan bank syariah sangat pesat, yang di khawatirkan dari perkembangannya adalah timbulnya persaingan yang sangat ketat dan dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat seperti di dalam bank konfensional masa lalu.
Menurut saya perbankan syariah di Indonesia ini sudah berkembang cukup baik walaupun masih berada di bawah negara-negara islam lainnya, tetapi sebagai tolak ukur ekonomi syariah perbankan syariah telah turut memajukan perekonomian negara kita, agar perekonomian syariah di Indonesia mengalami peningkatan yang baik maka dibutuhkan partisipasi dari seluruh lapisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: